Kutubuku adalah organisasi sosial yang bergerak di bidang peningkatan minat baca masyarakat melalui konsultasi, pendampingan, dan pengembangan perpustakaan komunitas atau swadaya masyarakat, yaitu perpustakaan yang didirikan oleh dan untuk masyarakat dalam satu komunitas tertentu.
Didirikan tanggal 10 November 2008 di Cimahi oleh Zazuli Miftachul Hanief, seorang guru yang saat ini aktif mengajar di SD Hikmah Teladan Cimahi, Kutubuku berupaya agar masyarakat, terutama di kota, pinggiran kota, desa, atau wilayah terpencil lainnya, memiliki budaya baca melalui pengelolaan dan pengembangan perpustakaan swadaya masyarakat serta kemudahan mengakses informasi sehingga dapat mendorong peningkatan kualitas hidup.
Seperti sudah diketahui bersama, ketimpangan sosial terjadi di mana-mana. Di sektor pendidikan saja kita dapat melihat perbedaan yang mencolok antara fasilitas dan sumber daya pendukung pendidikan bagi masyarakat. Terutama buku sebagai alat utama dalam belajar. Dalam sejarah peradaban bangsa manapun, buku selalu menjadi kunci maju mundurnya sebuah bangsa. Semakin mudah buku didapat semakin besar peluang masyarakat kita untuk maju dan meningkatkan kualitas hidupnya. Begitu juga sebaliknya jika terjadi.
Deraan krisis ekonomi yang terus-menerus, membuat buku menduduki tempat rendah di hati masyarakat kita. Banyak faktor yang menentukan hal ini. Faktor terbesar tentu kesulitan ekonomi. Rendahnya daya beli membuat masyarakat kita kesulitan memasukan buku ke dalam daftar belanja keluarga. Harga kertas yang tinggi serta tiadanya subsidi pajak bagi industri buku semakin membuat masyarakat kita jauh dari buku karena harganya yang melangit.
Upaya pemerintah bukannya tidak ada. Namun, kompleksnya persoalan ini menyulitkan pemerintah menyelesaikan secara cepat. Untuk itu, perlu peran aktif semua komponen masyarakat. Peran ini penting tidak saja sebagai wujud dari kesetiakawanan, namun lebih dari itu akan semakin merekatkan kualitas sosial yang sejak krisis ekonomi mengalami degradasi.
Penyebaran buku, terutama buku-buku berkualitas, banyak menumpuk di perkotaan. Artinya, hanya segelintir orang yang menikmati buku-buku tersebut. Dan ketika buku-buku tersebut selesai dibaca, kemungkinan terbesar adalah teronggok di sudut-sudut kamar pribadi, perpustakaan keluarga, atau gudang. Sementara di tempat lain, anak-anak dan orang yang membutuhkan hanya bisa bermimpi membacanya. Perlu aksi untuk menggerakan agar buku-buku tersebut tidak diam sia-sia.
Kutubuku tidak saja sebuah organisasi. Kutubuku adalah semangat berbagi. Buku-buku yang diam dan teronggok akan di antar ke tempat-tempat di mana anak-anak dan masyarakat luas membutuhkan sehingga buku-buku tersebut menemukan tambatan hatinya.
Kutubuku tidak hanya mengantarkan buku. Namun, juga menyemangati kemandirian. Kemandirian masyarakat atau komunitas tertentu untuk membangun dan mengembangkan perpustakaan komunitas. Menyemangati melalui upaya pendampingan dan konsultasi perpustakaan komunitas hingga kemandirian terwujud dan masyarakat dapat mengambil manfaat penuh dari perpustakaan komunitas.
Visi Kutubuku adalah tersebarnya secara merata bahan bacaan ke masyarakat melalui upaya pengembangan pepustakaan komunitas serta tercapainya kebiasaan membaca sebagai kegiatan masyarakat sehari-hari.
Misi Kutubuku adalah menebarkan berbagai bahan ke komunitas-komunitas yang menggiatkan kegiatan membaca bagi masyarakatnya dan mengalami kesulitan dalam mengakses bahan bacaan.
Ada 3 besar program kegiatan LSM Kutubuku, yaitu :
1. TUKAR PINJAM. Tujuannya adalah agar terjadi pengayaan koleksi perpustakaan sehingga masyarakat mengalamai kegairahan membaca dan mencari ilmu pengetahuan. Tukar Pinjam dilaksanakan dengan cara pendistribusian satu paket bahan bacaan (sekitar 100buku) ke perpustakaan komunitas yang terdaftar dalam Program Pendampingan LSM Kutubuku. Secara berkala, paket buku tersebut akan dirolling ke perpustakaan lain yang terdaftar.
2. PENDAMPINGAN. Tujuannya adalah agar perpustakaan komunitas yang didirikan bisa dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh komunitas tertentu atau masyarakat setempat. Kegiatan pendampingan ini meliputi antara lain konsultasi, pelatihan/workshop, dan suply koleksi buku.
3. KAMPANYE. Tujuannya adalah untuk menggiatkan dan memotivasi gairah membaca masyarakat. Keberadaan perpustakaan komunitas atau taman bacaan tidak akan memiliki banyak manfaat jika gairah membaca masyarakat sangat minim. Kegiatan kampanye penting diadakan secara konsisten baik melalui media massa, elektronik, internet, atau langsung ke tengah-tengah masyarakat.
PENGELOLA LSM KUTUBUKU

Zazuli
Zazuli. Sehari-hari adalah praktisi pendidikan musik. Saat ini mengajar musik di SD Hikmah Teladan Cimahi. Pernah kuliah di Universitas Islam Bandung dan Gadjah Mada Yogyakarta untuk menggeluti ilmu hukum. Hobinya jalan-jalan dan mengoleksi buku langka yang penting. Juga, mencintai buku dan perpustakaan. Dialah pendiri LSM Kutubuku sekaligus webmasternya www.KUTUBUKU.info. Jabatannya di LSM Kutubuku adalah Koordinator Umum.

Roni
Roni. 8 jam sehari setidaknya dia berhadapan dengan komputer. Mendalami Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Bandung. Saat ini bekerja sebagai praktisi Multimedia dan Editor Bahasa Inggris di sebuah perusahaan di Jakarta. Blogger bertubuh tambun ini menyukai bacaan novel filsafat dan film-film bertemakan IT. Tinggal di Cimahi tapi rela setiap minggu balik ke Bandung. Jabatannya di LSM Kutubuku adalah Koordinator Teknologi Informasi.

Lukman Alu
Lukman Alu. Kami menjulukinya juragan beras karena memang sehari-hari di rumahnya dia berbisnis beras. Tetapi jangan salah kira, dia adalah ahli tata kota. Mendalami Ilmu Planologi di Universitas Islam Bandung. Tempat kerjanya melompat-lompat antar kota antar propinsi. Yah, mirip bis AKAP. Sekali waktu di Lampung, lain waktu di Cianjur atau Sukabumi, tiba-tiba saja sudah di Jakarta. Salah seorang pelopor dan pendiri Yayasan Madrasah Alam Cibolang - Bandung Barat ini selalu bersemangat kalau ngomongin pemberdayaan masyarakat. Jabatannya di LSM Kutubuku adalah Koordinator Pengembangan Komunitas.

Siti
Siti Rohanah. Wanita energik ini memiliki pengalaman kegiatan luas mulai terjun payung, menulis, hingga berbisnis. Pernah menjadi wartawan di sebuah tabloid terkemuka di Bandung kurang lebih lima tahun. Saat ini sibuk berbisnis beras sambil bermain dengan si kecil Muarabagja Suryanagara dan mengajar ngaji untuk anak-anak sekitar di rumah. Bisnis berasnya terus bergerak ke 2 ton per bulan. Di LSM Kutubuku dia dipercaya sebagai Koordinator Program Kegiatan.
Comments (4)
Qodhiel
June 7th, 2010 at 4:50 pm
Salam Literasi dari kami…
Roemah Poestaka..
erlin
June 8th, 2010 at 6:32 pm
Assalamu’alaikum wr wb
perkenalkan, saya erlin. saya sangat menyukai buku. saya ingin bergabung dengan lsm kutubuku tapi saya berdomisili di jakarta. dulu saya pernah tinggal di bandung. tapi waktu di bandung saya ngga tau ada lsm ini :(. sekarang apakah saya bisa bergabung?.
terima kasih.
Kutubuku
June 12th, 2010 at 7:08 pm
hai…salam kembali..
Theobald Hagen
June 15th, 2010 at 9:02 am
perkenalkan, saya erlin. saya sangat menyukai buku. saya ingin bergabung dengan lsm kutubuku tapi saya berdomisili di jakarta. dulu saya pernah tinggal di bandung. tapi waktu di bandung saya ngga tau ada lsm ini :(. sekarang apakah saya bisa bergabung?.
+1
Leave a reply